Blogroll

My Instagram

Jumat, 24 Juni 2016

Unknown

Cerita Santri

       

Ala setting alarm di handphone sebanyak tiga waktu. Pertama, alarm mengingatkan sahur pukul 03.45 pagi. Kedua, alarm cuci muka pada pukul 08.00 pagi dan yang ketiga adalah alarm cuci muka pada pukul 22.00 malam. Tiga nada dering selalu terdengar di setiap harinya.

     Saat sahur rasanya badan ini gak mau bangun sama sekali, cukup membuka kedua mata beberapa detik, bahkan tak sampai lima detik, mematikan alarm lalu tidur kembali. Tak heran Ala jarang sahur beberapa hari lalu. Tapi kalau lagi ingat pas siang hari perut selalu berbunyi, maka sahur menjadi salah satu kewajiban yang mesti dilakukan. Seharian (belajar ) kerja di ruang ber-AC dan di depan komputer kadang membuat mata kantuk dan perut tak karuan bunyinya, seperti bunyi burung yang lagi tidur hehe. Maka,makan sahur menurut Ala menjadi penting dilaksanakan.

Sahur, shalat, tadarus, tidur, mandi, kerja
Sahur, shalat, tadarus, tidur, mandi, kerja

Hampir selalu begitu. Kadang diselipi bermain game minion di hp asus atau sekedar membaca novel yang ala dapat dari kantor. Ala berangkat ke kantor biasanya pada jam 9, tapi terkadang di atas jam 9 jika ala bangun telat atau ada kepentingan lain.

       Nah! Siap untuk berangkat kerja. Sendiri?? Oh tidak, Ala selalu ditemani si manis dari jembatan…. Maksudnya si manis dari Kota Bekasi. Ya, Aas. Teman tapi sahabat. Atau sahabat tapi teman, entahlah. Banyak kemistri yang Ala dan Aas rasakan. Yang penting kita selalu bersama mengarungi kehidupan yang keras ini ..(Ow wow ow). Biasanya Aas yang membawa motor. Dan kita punya kesamaan, yaitu demen ngebut di jalan. Risih kalau gak nyalip karena kita ingin selalu terdepan (kayak Yamaha)  wkwkwk. Kecepatan motor yang biasa Aas bawa di atas rata-rata perempuan pada umumnya, kebut. Cuma ngeselinnya kalau nge rem mendadak. Helm kita akan saling bertemu dan bersentuhan. Efek yang lain adalah kaget, hehe.


Ini Si manis dari Kota Bekasi


Tiba di kantor segera buka pintu dan berjalan menuju lantai kedua. Hidupkan lampu, AC, Turn on the power of CPU, duduk manis dan Aku Siappppppp!! (Siap apa??) Pokoknya aku siap.

Pertama, buka suarapesantre.net

Kedua, buka youtube buat putar music Ketty Perri wa ashabihi

Ketiga, buka facebook

Keempat, buka email kadang google cendikia, kadang detiknews, kadang layarkaca21 (kalau lagi suntuk) hehe

        Dan kali ini ala bergelut untuk mengedit naskah santri. Sebenarnya masih belajar menjadi editor. Dan masih sering Tanya mbah google untuk menambah informasi terkait penulisan hehe. Karya-karya santri tersebut ada yang berupa kumpulan cerpen ataupun kumpulan puisi. Dan luar biasa loh. Karya para santri ini membuat ala takjub. Di usia  yang rata-rata masih 16 sampai 18 tahun-an, mereka sudah bisa membuat beberapa karya tulis yang apik untuk dibaca. Dan kontennya berisi seputar kehidupan di pondok pesantren. Saat membacanya pun terkadang ala nyengir-nyengir dan senyum-senyum sendiri. Ada beberapa hal yang mirip dan sama dengan kehidupan Ala dulu saat di Asrama MAN 1 Bandar Lampung. 
Cerita-cerita pesantren seputar kiyai, takdziran, muhadoroh, budaya ngantri, nyembunyiin hp, asmara, penamaan kamar, penamaan barang-barang agar tidak hilang, dan masih banyak lagi. Semua itu menjadi bumbu-bumbu sedap kehidupan santri. Jadi kangen deh :’)

        Tapi, ada satu cerita yang membuat Ala bingung, sedikit kesel tapi terkesan unik dan bikin lucu.
Adalah cerita cinta yang dijalani oleh santri yang berasal dari pesantren daerah pulau Jawa sana. Menurut Ala kisahnya memang nyata, karena bahasa yang disampaikan menggunakan bahasa curhat, benar-benar curhat hehe
Mungkin sinopsisnya seperti ini.

Aku gadis yang mondok di salah satu pondok pesantren salafi di daerah Jawa. Dengan bangga, kedua orang tuaku memondokkanku di sana dengan harapan aku menjadi ahli agama. Mengerti ilmu dunia dan akhirat. Tapi tak disangka, aku terjebak cinta. Cinta yang membuatku buta. Cinta yang membuatku terjerembab pada kepahitan. Cinta yang membuat kehidupanku kotor. Aku  berpacaran dengannya, namun tak bertahan lama hingga akhirnya aku putus, tapi ternyata aku masih cinta, maka aku kembali bersamanya. Tapi ternyata dia beda, dan aku muak. Putus lagi. Aku berjanji tak akan berpacaran lagi.
Tapi dugaanku salah, seseorang datang lagi dalam kehidupanku. Dia berbeda dengan seseorang yang dulu di hatiku. Akhirnya kami berpacaran. Namun ternyata dia sama saja kotornya, aku putus. Lalu datang laki-laki lain, dan aku pacaran lagi….

Huwaaaahh…. Dan begitulah kira-kira ceritanya. Mungkin bisa terbayang kan ?? Ending ceritanya menceritakan kesungguhan si gadis untuk melepas masa kelamnya dan fokus untuk nyantri di pondok pesantren. Ceritanya unik, tapi bikin bingung hihii. Tapi tetap mesti dihargai, keajaiban jari-jarinya telah menciptakan sebuah tulisan yang belum tentu orang lain bisa menulisnya. Over all, cerita para santri bikin menggugah dan begitu inspiratif

Tulisan-tulisan itu nantinya akan diterbitkan oleh Pusat Studi Pesantren. Yeeayyyy!!
Cooming Soon..

Sekian saja. Ingat, jangan lupa bahagia J
AlaZora




Unknown

About Unknown -

Ummi Hasanah yang kerap disapa Ala. Mahasiswi Tafsir Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kini sibuk skripsi, mengajar dan mencari ilmu di Pusat Studi Pesantren Jakarta. Asli Lampung, darah Sunda Jawa.

Subscribe to this Blog via Email :