Blogroll

My Instagram

Rabu, 06 September 2017

Unknown

Antara Perempuan Marah dan Puzzle Kocar Kacir


Sumber: Google

Pernah nonton film 3 Dara?? Itu tuh, film yang diperankan oleh Tora Sudiro, Adipati Dolken dan Tanta Ginting. Film tersebut mengisahkan tiga pemuda dewasa yang terjebak dalam situasi perubahan jati diri mereka layaknya seperti perempuan. Kok bisa?? Itu karena mereka dapat kutukan dari waiterwoman (Pelayan Perempuan), soalnya mereka hanya menilai perempuan dari sisi sensualitasnya saja.

Yah, film itu sih baru sebagian kecilnya saja menggambarkan kondisi psikologis yang terjadi pada perempuan. Di luar itu, masih banyak permasalahan jelimet yang cuma bisa dirasakan oleh perempuan. Apalagi masalah hati. Noted!

Hmm, ngomongin soal hati. Bagi saya, makhluk yang paling pintar menyembunyikan kesedihan dibalik senyumannya, itu perempuan. Mereka bisa terlihat baik-baik saja di depan banyak orang, namun menyembunyikan keadaan hati yang sedang rapuh. Dramatis!
***

Baik, di atas hanya pengantar singkat. Trus, gimana ngadepin perempuan yang marah?
Dalam soal percintaan. Memahami perempuan yang marah itu bagaikan menghadapi susunan puzzle yang kocar-kacir. Untuk menghasilkan gambar yang sempurna dari susunan puzzle, perlu dicari dan dipahami  mana saja potongan puzzle yang pas dan benar hingga benar-benar serasi saat ditempelkan. Jangan sampai salah bertindak. Ribet ya? But,Its Fact.

Ya sama kayak puzzle, perempuan marah juga butuh ancang-ancang atau taktik yang teliti buat dihadepin. Kuncinya satu, yaitu sabar dan pantang menyerah. Bukan ditinggalin gitu aja, apalagi ditinggal setengah jalan dalam kondisi masih kocar kacir. Duh.

Kalau kamu sering kebingungan ngadepinnya, berarti taktik kamu harus pas dan benar. Oke oke. Sampe sini kayaknya sudah lelah bacanya karena rasanya kok ribet banget dah.
Tenang..tenang.

Menghadapi perempuan marah harus dalam kondisi mengalah, bukan kalah. Cukup dengan memenangkan hatinya. Mengalahkan ego dan berusaha memahami kondisinya.  Pikirkan apa yang mereka inginkan tanpa menanyakan langsung “trus kamu maunya aku gimana?”, itu pertanda kalian kurang dalam kepekaan dan malah makin bikin illfeel.

Kalau sedang marah, perempuan hanya mau diberi perhatian saja, bukan memarahinya balik. Jika sudah memberi perhatian lebih tapi mereka malah makin ngomel, kalian perlu waktu untuk bersabar dan mempersilahkan mereka mengeluarkan uneg-uneg yang dipendam. Karena omelan perempuan hanya bagian dari misi untuk mendapatkan perhatian dari lawan, mereka gak makin marah kok. Perlu kerja ekstra sih, tapi  pada akhirnya, kebanyakan perempuan akan luluh juga hatinya. Taktik pendukung lainnya, bisa pake cara ini.

Kamu suka ngegombal? Silahkan berikan gombalan ringan #asal gak garing
Kamu suka ngelucu? Silahkan beri lawakan yang sederhana.
Atau kamu suka hal romantis? Silahkan berikan sesuatu untuk menarik perhatiannya, dan lain sebagainya.
***

sumber: bellybuttonts


Ehem! Sampe sini sudah siap  ngadepin susunan puzzle yang kocar kacir,kan?? hehehe.
Kalau ada kisah perempuan  tercipta dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, itu hal yang pas untuk dijadikan sebuah analogi. Maaf jika salah, seperti yang dikatakan M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah, tulang rusuk yang bengkok adalah simbol bagi perempuan yang hatinya mudah rapuh dengan segala kondisi psikologis yang berbeda dari laki-laki, maka untuk meluruskannya harus dilakukan secara pelan-pelan, jika dengan paksaan, patahlah sudah itu tulang.

sumber: @kartunmuslim
Pun dalam hal berumah tangga. Istri yang merajuk adalah masalah yang harus diselesaikan dgn kepala dingin. Para suami harus pintar mencari taktik untuk meredam kemarahan mereka. Jangan sampai terjadi cekcok berkepanjangan yang hanya disebabkan pertarungan ego masing-masing.

Pada akhirnya, lagu Ada Band itu bukan hoax loh!!
“Karena wanita ingin dimengerti. Lewat tutur lembut dan laku agung. Karena wanita ingin dimengerti. Manjakan dia... dengan kasih sayang”.


Lampung Selatan, 5 September 2017


Unknown

About Unknown -

Ummi Hasanah yang kerap disapa Ala. Mahasiswi Tafsir Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kini sibuk skripsi, mengajar dan mencari ilmu di Pusat Studi Pesantren Jakarta. Asli Lampung, darah Sunda Jawa.

Subscribe to this Blog via Email :