Abah
Abah… ini hanya sebuah cerita yang masih bisa aku ingat
Abah..ini hanya sebuah cerita yang masih bisa aku kenang
Abah…ini hanya sebuah cerita yang masih bisa aku khayal
Abah..ini hanya sebuah cerita
Ada sebuah foto yang menarik mataku
Foto seorang bayi kecil yang gempal dan seorang laki-laki perkasa
Laki-laki itu mencium pipi sang bayi yang sedang tertidur
lelap
Wajahnya teduh
Seteduh pelukan langit pada sang bulan
Yang aku tahu, mereka adalah Aku dan Dirimu.
Bertahun-tahun yang lalu aku belum bisa mengaji, kau ajari.
Belum bisa berdoa, kau bacakan.
Belum bisa berwudhu, kau ayomi.
Belum tau cerita nabi-nabi, kau dektekan.
Abah, ini sebuah cerita yang masih aku ingat
Masih bertahun-tahun yang lalu
Di atas motor nafasmu terengah-engah
Kau membopong tubuhku yang lemah
Aku sakit
Aku masih ingat, aku muntah di sana
Lalu kau bersihkan kotorannya
Dulu dan masih
yang dulu
Hari Jumat aku
jatuh dari pohon jambu
Tubuh kecilku
mencium dinginnya tanah
Cepat derap
langkahmu terdengar di telingaku
Mengangkat tubuh
kecilku dengan gelisah
Sebut nama Allah
katamu..
Sebut nama Allah
pintamu
Allah..Allah..Allah..
Detak jantungmu
cepat, raut wajahmu pucat
Memandang wajahku
lekat, berharap aku selamat
Ah.. Abah, masih
cerita yang dulu
Aku pergi ke
pasar malam bersama teman-teman
Kau diam-diam
mengikutiku dari belakang
Kau amati
gerak-gerikku yang mungkin mencurigakan
Karena kau
khawatir kini gadis kecilmu sudah tumbuh besar
Abah, beribu
kata-kata tak mewakilkan kerinduanku
Detik menit jam
hari bulan tahun dekade dan windu
Mereka terlewati
bersama hangat kebijaksanaanmu
49 tahun sudah
usiamu dan belum ada hadiah terindah yang dapat kuberikan padamu
Abah.. semoga
panjang umur dan sehat selalu
Tetaplah menjadi
jagoanku
Karena kau adalah
pijar cahaya yang menerangi hidupku
Ala Zora
Ciputat, 5 Agustus 2016
1 komentar:
Write komentari love you, abah
Reply*netesin air mata se ember*
:'(