Blogroll

My Instagram

Rabu, 28 September 2016

Unknown

Coretan Galau

Malang, 29 Agustus 2016
Pukul 13.22 


Aku bagian dari bermilyaran manusia yang menulis di kala kegalauan meradang.
Sebenarnya enggan menyebutnya dengan galau, tapi hanya itu istilah keren yang mudah dimengerti orang modern zaman sekarang.

Kegalauan itu anugerah, syukuri saja. Tak selamanya keindahan bersemayam dalam hirupan nafas kehidupan. Tak hidup kalau tak ada lika liku. Jadi, mari berbahagia dengan segala keresahan.
Apa yang diresahkan?

Aku anak remaja , yaa... menjelang dewasa sebenarnya. Menginjak usia 22 tahun ini, masalah tak jauh beda dengan remaja lain. Akan kuruncingkan keresahan ini pada satu permasalahan, yaitu cinta. Bukan karena apa-apa, aku hanya suka membicarakan tentang cinta. Cinta itu unik bin ajaib. Bisa merubah pahit menjadi manis, merubah duka menjadi suka, mengubah budak berasa tuan, namun bisa juga sebaliknya.
Oke, aku sedang galau.

Beberapa hari lalu adalah salah satu hari kelam yang pernah terjadi dalam urusan percintaanku. Aku memutuskan hubungan dengannya yang telah berjalan cukup lama. Ya, cukup berani untuk mengakhiri hubungan itu, namun lagi-lagi ini soal hati. Kadang kita mesti bertanya kenapa hati seringkali tak konsis. Dan kita teringat “Ya muqollibal quluub”, Allah.
Aku tak perlu menjajari satu persatu kronologi “pemutusan” itu, kan.

Butuh kesabaran dalam menghadapi keresahan yang ini. Sabar saat terdiam, karena ketika diam, entah semilir angin kenangan dari mana tiba-tiba datang dan merayap dalam pikiran, mengajak bernostalgia dengan deretan-deretan perhatian yang pernah tertuang dalam hubungan percintaan dahulu. Intinya, jangan diam apalagi terlalu banyak diam.

Bersyukur, sederetan kegiatan dapat kulakukan, sehingga tenagaku tidak dibuang percuma. Angin masa lalu hanya lewat, tak sampai hinggap.
Salah satu doa terkenal yang kupegang adalah

“Jika ia baik untukku, maka dekatkanlah. Pabila ia tak baik untukku, maka jauhkanlah”

Ya... setidaknya hajatku untuk menulis sudah tertuang malam ini. Aku hanya yakin, Tuhan punya rencana indah untuk hidupku kelak. Terimakasih kegalauan 

Unknown

About Unknown -

Ummi Hasanah yang kerap disapa Ala. Mahasiswi Tafsir Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kini sibuk skripsi, mengajar dan mencari ilmu di Pusat Studi Pesantren Jakarta. Asli Lampung, darah Sunda Jawa.

Subscribe to this Blog via Email :